Perseteruan antara Indonesia
dengan negara tetangganya Australia yang tidak pernah berujung sudah menjadi
rahasia umum. Apa yang terjadi baru-baru ini mengenai 2 warganegara Australia
yang dijatuhi hukuman mati karena tertangkap tangan membawa narkoba dan stattment
Perdana Mentri Australia Tony Abbot menanggapinya dengan menyingung-nyinggung mengenai
bantuan yang diberikan oleh Australia pada saat Indonesia terkena musibah
tsunami tahun 2006 lalu. "Ketika Indonesia dilanda tsunami, Australia memberi bantuan
senilai satu miliar dollar," "Kami mengirim pasukan angkatan darat
dalam jumlah banyak untuk membantu Indonesia di bidang kemanusiaan," begitu
penuturan Abbott.
Bukan hanya warga Indonesia yang
merasa tersinggung dengan ungkapan Perdana Mentri negara kanguru tersebut,
bahkan seluruh dunia menyayangkan sikap yang ditunjukan oleh Tony Abbot. Dengan
itu seluruh warga negara Indonesia bergotong royong ngumpulkan koin untuk
mengganti bantuan yang telah di berikan
oleh Australia untuk membantu warga aceh pada saat tsunami 2006. Mahasiswa Cikarang juga ikut melakukan aksi
pengumpulan koin untuk Australia sebagai bentuk kepedulian mereka kepada Indonesia
yang di ikuti juga oleh beberapa kampus
dan organisasi mahasiswa di cikarang pada pukul 13.00 wib s/d 15.30 wib, aksi
ini di lakukan serentak oleh mahasiswa se-JABODETABEK hingga tanggal 27
februari 2015.
Koin-koin yang telah mereka dapat akan langsung di berikan ke
kedubes Australia yang di Jakarta pada tanggal 27 Februari 2015. Aksi yang
mereka lakukan bertujuan agar hukum tetap berjalan & berlaku, Karna Perdana
Menteri Australia meminta pemerintah Indonsesia membatalkan eksekusi mati dua
‘Bali Nine’, yaitu, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.Berikut penuturan salah satu
mahasiswa yang ikut di aksi pengumpulan koin untuk Australi “jika
memang mereka ikhlas memberikan dalam bentuk bantuan, harusnya tidak di ungkit-ungkit
masalah ini dengan eksekusi mati warga negara australia”, ujar Dumanto P.
Siregar ketua cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Ini awal dari pengumpulan koin dari mahasiswa Cikarang yang akan
terus turun ke jalan sampai waktu yang di tentukan untuk pengumpulan koin, mereka
harap masyarakat pun peduli dengan kasus ini yang secara tidak langsung
australia telah menghina Indonesia. Hal ini juga merupakan bentuk bahwa
masyarakat mendukung penuh penegakan hukum di Indonesia. (Afif)