Curah hujan yang akhir-akhir ini cukup tinggi menyebabkan hampir di seluruh wilayah kota megapolitan ini tetutup air. Banjir yang datang hampir setiap tahunnya tetap menjadi momok bagi warga jakarta. Banyak aktifitas warga yang tersendat saat banjir tiba.
Dampak dari terjadinya banjir mencangkup dari banyak aspek termasuk dalam transportasi. Kemacetan merupakan hal yang sudah biasa terjadi di ibu kota terlebih saat musim banjir tiba. Tersendatnya arus transportasi bukan hanya terjadi di jalan-jalan utama di ibu kota tapi hampir di setiap jalan sehingga membuat orang lebih memilih berjalan kaki untuk menuju tempat tujuan sebagai efesiensi waktu.
Selain juga itu banyak orang yang menaiki kendaraan bermotor memilih jalur alternatif dan membiarkan motor mereka terendam banjir. Banjir akhir-akhir ini diperparah oleh hujan yang terus menerus dan meningkatnya debit air yang datang dari kota bogor sehingga membuat volume banjir lebih besar. Dalam hal ini pemerintah telah memberi bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan dan semua hal yang dibutuhkan oleh para pengungusi di posko-posko banjir.
Sepertinya banjir akan selalu datang ke ibu kota dikarenakan kondisi jakarta yang lebih rendah dibanding kota-kota tetangganya. Selain itu kondisi tanah yang semakin menyusut dan naiknya debit air laut setiap tahunnya membuat jakarta sulit keluar dari permasalahan banjir. Meskipun berbagai cara sudah dilakukan pemerintah untuk penanggulangan banjir seperti pembuatan banjir kanal timur yang sudah dicanangkan dari tahun 2007, membuat sistem drainase, dan juga melestarikan situ situ sebagai tempat pembuangan air.
Seharusnya masyarakat juga membantu menanggulangi banjir dengan hal-hal yang kecil seperti tidak membuang sampah di sungai atau sembarangan sehingga tidak menutup jalannya air. Semoga pemerintah kali ini bisa merealisasikan cara-cara penanggulangan banjir yang lebih efektif dan efesien. (uum)