Tuesday, May 17, 2016

SENAT MAHASISWA (SEMA) BSI PEMUDA PEDULI MENJAGA KELESTARIAN MANGROVE JAKARTA



Salah satu upaya dalam menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan hidup khususnya di daerah pesisir pantai adalah dengan menjaga habitat dari mangrove yang diyakini mampu menjaga daerah pesisir dari abrasi pantai. Hal ini pula yang mendorong mahasiswa BSI yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA) BSI Pemuda Rawamangun melakukan aksi bakti sosial dengan melakukan kegiatan penanaman mangrove di pesisir Marunda, ahad (15/5). Tema yang diusung pada kegiatan baksos ini adalah “Lestarikan Alam Indonesia Dengan Mangrove”.

Menurut  Faisal Agung Kurnia ketua SEMA BSI Pemuda alasan dilakukannya penanaman mangrove ini karena kondisinya dan keberadaan mangrove di pesisir pantai kota Jakarta saat ini amatlah memprihatinkan. “Kita bias lihat dan saksikan bahwa hampir seluruh mangrove yang ada di lingkungan pesisir di daerah Jakarta ini kondisinya cukup sangat memprihatinkan, karena pada saat ini  sebagian mangrove yang ada lebih dipusatkan di Pantai Indah Kapuk saja” demikian ujarmya.


Kepedulian para pemuda khususnya mahasiswa SEMA BSI Pemuda pada tanaman mangrove sebagai wujud rasa keprihatinan akan kondisi yang ada saat ini. Kegiatan penanaman mangrove ini juga bekerjasama dengan Yayasan Mangrove Indonesia yang diketuai oleh Nurul Ikhsan.  Dengan menanam mangrove berarti kita juga berupaya mengembalikan eksistensi dari mangrove pada segi manfaatnya seperti yang disampaikan Nurul Ikhsan dalam sambutannya. “Menanam pohon mangrove akan sangat bermanfaat ketika teman-teman menghirup oksigen, berteduh dan saat berdiskusi, dimulai dari penanaman bibit pohon yang nantinya akan menjadikan sumber oksigen, juga bisa membantu melestarikan alam sekitar” ujar Ikhsan.

Sementara itu ketua panitia kegiatan penanaman mangrove Supriadi mengatakan akan menjadikan kegiatan itu sebagai rutinitas kegiatan SEMA BSI Pemuda. “Ke depan kita akan coba mengadakan kegiatan ini secara kontinyu dan dapat mengajak elemen-elemen lainnya untuk berpartisipasi” kata Supriadi.

Acara juga diisi dengan dengan pemberian materi terkait penanaman pohon mangrove yang disampaikan Nurul Ikhsan. Menurutnya, “Menanam pohon adalah bagian dari gaya hidup, karena Hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, mencegah terjadinya erosi laut dan mampu menyerap dan mengurangi bahan polutan”.

Seperti diketahui Mangrove ini sering disebut juga dengan pohon bakau jenis Rizopora. Terdapat tiga spesies yaitu Rizopora Stilosa, Artikulata, Mukrolata, ketiganya spesies ini  masih dalam satu  1 famili yang sama. Pada kegiatan ini dilakukan penanaman sebanyak  750 bibit yang ditanam di pesisir Marunda, dan  bersama warga sekitar juga melakukan  bersih-bersih lingkunga sekitar. Acara juga diisi dengan mengadakan “Mimbar Bebas” atau diskusi terbuka terkait penanaman mangrove yang berisi penyampaian kritik dan saran baik  panitia dan masyarakat.


Banyak dari peserta merasa senang dengan kegitan ini karena  dapat menambah pengalaman, menambah ilmu dan menambah teman yang berasal dari warga sekitar maupun Yayasan Mangrove Indonesia. Harapan ke depan semoga kegiatan SEMA BSI  Pemuda ini dapat menjadi contoh dan pilot project membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. (nvd/smh) 

Comments System

Disqus Shortname