Ekonomi Syariah : Uang Kertas Dolar (asli)
yang hakikatnya adalah Kepalsuan Nyata
FAI – Jum’at, 27 Agustus 2015. Kajian
tematik ke- 4 Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and
Development ( CISFED ) yang di kepalai oleh Farouk Alwyni pimpinan Islamic
Development Bank bertempat di BSI Kapin, Kalimalang Jakarta Timur. Berbagi
mengenai pemahaman Ekonomi Syariah, sebagai jalan ekonomi yang rahmatan lil
alamin. Mengkaji garis aturan yang sumbernya langsung dari Allah SWT.
Acara yang dimulai diawali dengan pemutaran
video pengenalan lembaga CISFED. Selanjutnya sambutan direktur Bina Sarana
Informatika, Ir. Naba Aji Notoseputro yang dengan terbuka mempersilahkan kepada
CISFED maupun lembaga diskusi lainnya untuk menggunakan kampus BSI dalam
menyelenggarakan kegiatan dan acara yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa dan
memberikan pemahaman yang baik kepada para akademisi.
Dengan mengangkat tema “Challenges
Impinging Shariah Economics ‘Fiat Money’” sebagai narasumber yakni
Prof. Dr. Jamal Outhman yang berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dimoderatori
oleh Dr. Hidayat Sofyan Wijaya yang kini tengah menjabat Dekan Pasca Sarjana,
PERBANAS. “ Selama ini kita tidak sadar
bahwa uang kertas dolar yang asli (tanpa dipalsukan) hakikat sesungguhnya
adalah kepalsuan yang nyata. Bagaimana mungkin 1 dolar dapat sebanding dengan
14.200 rupiah,” ungkap Dr. Hidayat Sofyan yang merupakan lulusan S1 dan S2
Universitas Indonesia jurusan Manajemen Keuangan, dan S3 di Universitas
Trisakti.
Perbedaan Ekonomi Syariah dengan Ekonomi
Konvensional dilihat berdasarkan munculnya pemikiran. Dengan adanya penelitian
gelagat dan sikap manusia, dari apa yang manusia senangi hingga sifat konsumtif
dari masa ke masa, dan dari satu peradaban kepada peradaban lainnya menjadi
dasar munculnya kerangka berfikir ekonomi konvensional. Sedangkan ekonomi syariah/islam adalah garis
aturan yang kaidahnya langsung dari Allah SWT, dengan wahyu dan nilai-nilai
yang dipelajari dan dikaji filosofinya.
Ekonomi syariah / islam yang memandang permasalahan secara globe resource,
sistem yang berbasis nilai membina
keyakinan, dan memiliki prinsip-prinsip keindahan. Meski konsep ekonomi
syariah, sifatnya masih berbentuk filosofi dan masih teramat sulit menjangkau
realitas dalam mewujudkan ekonomi murni. Ditengah berbagai tantangan ekonomi
saat ini, yang terpenting yakni
terbangun adanya kesadaran bahwa disana ada suatu jalan keluar, yakni harapan
bahwa suatu negara bahkan dunia hanya memiliki satu mata uang tunggal.
Bermuamalah berbasis profit and loss sharing, dimana tidak hanya tentang
bagaimana mengejar keuntungan semata tetapi berekonomi yang juga menghasilkan
maslahat. (dz)