Majalahinspirasi.net – Pak Malhadi, Pemred
Hidayatullah mengatakan ada salah satu perang yang terjadi di Indonesia saat ini, perang ini
sangatlah berbahaya bagi masyarakat Indonesia. Perang yang dimaksud adalah
perang opini.
“Kita sedang ada di namanya perang opini,
kalian pasti sudah pernah dengar situs kita pernah diblokir oleh pemerintah
alasannya adalah kita mengajarkan faham yang radikal, padahal faham radikal itu
apasih? Apakah situs kita termasuk radikal yang mengajarkan untuk bergabung
perang di Timur tengah?” tegasnya.
Malhadi pimpinan redaksi Hidayatullah diundang sebagai pembicara tentang jurnalistik oleh MosqueLife.com, dia juga berpesan agar pemuda di Indonesia lebih sering menulis,
dengan menulis kita bisa membuka wawasan dunia
“Kita bisa ambil contoh dari para ulama kita,
Imam Syafi’I sejak kecil sangat aktif menulis, banyak hadits yang di buat oleh
beliau bayangkan berapa pahala yang terus mengalir ke beliau setiap detiknya di
setiap ada orang yang mengamalkannya” kata Pimpinan Redaksi Hidayatullah.
beliau juga sempat di tanya bagaimana bisa menjadi Pemred di Hidayatullah,
awalnya dia bercerita bahwa hobi menulis sudah ia lakukan sejak masa SMP. Pria
alumni IPB jurusan Teknik Kelautan mengatakan “Saya itu punya diary, orang
identik diary itu seperti perempuan padahal bukan hanya perempuan di dalam
diary yang saya tulis bukan cerita galau, kalau itu saya tulis yah buat apa”
tutur beliau.
ia berpesan jika kita ingin tulisan kita bagus usahakan lah menulis,
“banyak orang yang menanyakan bagaimana
cara menulis yang bagus tetapi jarang nulis yah percuma saja” katanya.
Selain itu ia mengatakan menjadi media yang baik itu penting, semakin bebasnya teknologi
menuntut kita juga harus sigap terhadap situasi. (Hartandi)