Jakarta - Seluruh BEM SI ( Badan
Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ) menggelar aksi di depan Istana Negara
Republik Indonesia pada 21 Mei 2015 aksi ini sebagai bentuk dari
solidaritas semua mahasiswa Indonesia atas janji-janji politik Jokowi yang
tidak kunjung terrealisasi.
Gabungan
mahasiswa yang mengikuti aksi #CulikJokowi ini lebih dari 2000 peserta dan
lebih dari 50 kampus dari seluruh IndonesiaPukul
10.00 Mahasiswa mulai longmarch dari
silang Monas menuju Istana Negara dengan harapan Jokowi mau menerima mereka dan
berdialog secara terbuka.
Yang
bertugas sebagai Kordinator Aksi kali ini dari UNJ ( Universitas Negeri
Indonesia ) setiap Presiden BEM dari masing-masing kampus juga di persilahkan
untuk menyampaikan orasinya
“sekarang harga bahan pokok terus
naik, subsidi di hapus oleh pemerintah! Ini dzalim saudara-saudara” tegas Hamdan selaku
Presiden BEM BSI.
Dalam
aksi ini banyak juga kampus yang berasal dari luar pulau Jawa, ada yang datang
dari Madura, Sumatera, Sulawesi, Surakarta dan bahkan Papua.“Kami datang kesini sebagai
bentuk solidaritas kami sebagai mahasiswa, kami datang jauh-jauh dari Madura
hanya untuk menuntut Jokowi mundur dari jabatannya, kita lihat harga BBM terus
naik dan bahkan kami mendengar isu bahwa batas minimal harga BBM adalah Rp.
10.000, ini sudah jelas kalau Jokowi adalah antek asing dan tunduk pada
kekuatan asing, kami ingin dia keluar dan berdialog secara terbuka dengan kami” tegas Presiden BEM
dari Madura ini.
Gabungan
aksi tiba sekitar pukul 11.00 di depan Istana Negara, polisi sudah membuat
barisan barikade seolah-olah kami ini adalah teroris dan penjahat yang harus di
kawal.
Setelah
itu Mensesneg Andi Pratikno meminta 50 perwakilan dari seluruh BEM untuk ikut
masuk ke Istana dan berdialog tertutup, yang lainnya tetap menggelar aksi dan
mengobarkan orasi-orasi yang membuat para polisi gerah, sempat terjadi aksi
saling dorong dengan polisi disebabkan tertalu ketatnya polisi menjaga daerah
aksi yang membuat mahasiswa semakin lama semakin terhimpit ruangnya, namun aksi
ini tidak sampai terjadi baku hantam setelah korlap mampu memenangkan massa.
“Mungkin sudah kita ketahui,
bahwa Jokowi sedang ada di Malang dan tidak ada di Jakarta, sekali lagi ini
membuktikan bahwa Jokowi adalah seorang pengecut dan banci saudara-saudara” tegas Presiden BEM
dari UNJ
Semoga pak Jokowi dapat mendengar suara kmai yang
mewakili seluruh rakyat Indonesia. Agar masyarakat dapat hidup sejahtera
sebagai mana yang di ucapkan Jokowi sebelum menjadi orang nomer satu di negara
ini. (Bambang)