Aksi
Nasional (27/03) yang diprakarsai oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia dihadiri
oleh 1000 mahasiswa yang datang dari wilayah Jabotabek, Jawa Barat dan Sumatra.
Aksi serupa pun terjadi didua kota lainnya yaitu Surabaya dan Yogyakarta. Masa
bergerak dari lapangan Sempur bogor menuju Istana kepresidenan dengan
menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat kecil yang telah menjadi korban 156 hari
dari kebijakan DUKACITA penghianatan pemerintahan Jokowi-JK.
Mahasiswa
tidak bisa diam jika pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang
ada. Apabila dibiarkan tidak lama lagi Indonesia akan hancur, jika mahasiswa
saat ini merasa lelah, maka lelah itu tidak akan sebanding dengan penderitaan
yang diterima rakyat jika penguasa seperti saat ini dibiarkan.Terkait
semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, mahasiswa menuntut
pemerintahan Jokowi-JK agar menstabilkan perekonomian nasional di Indonesia,
karena hal itu berdampak langsung pada kenaikan harga-harga bahan pokok yang menyengsarakan
rakyat kecil.
“ditempat ini kita bersama-sama mahasiswa Indonesia
membawa hak-hak rakyat yang dimarjinalkan oleh kaum-kaum penghianat, ditempat
ini kita membuka cerita-cerita rakyat yang menderita, terkikis kaum-kaum
kapitalis. Untuk bapak Jokowi yang ingin saya hormati, untuk bapak Jokowi yang
katanya Pro Rakyat … ” ini salah satu isi
orasi perwakilan mahasiswa dari Universitas Ahmad Yani (Unjani).
Tidak
luput mahasiswa menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk menyelesaikan konflik
antara penegak hukum yang seakan sengaja dibiarkan berlarut-larut. Selain itu
terkait PP NO 99 Tahun 2012 mengenai remisi tersangka kasus korupsi
bertentangan dengan NAWACITA Jokowi, hal ini dapat mengindikasikan lemahnya
pemerintah dalam pemberantasan dan penanganan kasus korupsi. Ketidak jelasannya
kasus korupsi BLBI dan Century serta tertundanya eksekusi terpidana mati duo
bali nine pemperjelas ketidakseriusan pemerintah dalam penegakan hukum di
Indonesia. (Nida)