Setelah Pemenang Eagle Awards mengucapkan selamat untuk LPM Inspirasi BSI atas apresiasi pembuatan buku 25 Tokoh Indonesia Bicara Pendidikan. Kini giliran Editor Techlife Magazine Zainurazzi S Ampas mengikuti jejaknya, berikut testimoninya.
Bisa menulis bukan semata untuk menjadi jurnalis. Karena menulis adalah bagian dari aktualitasi diri yang mengalir secara terstruktur baik sekadar curhat, protes, mempengaruhi orang lain dan lingkungan, bahkan menjadi kontrol sosial. Itulah awal mula saya belajar menulis ketika di bangku SMA – namun saat itu paling suka menulis cerita pendek.
Tahun 2001 akhir, saya tertarik untuk bergabung dengan Inspirasi dan menjadi koordinator LPM BSI Cabang Fatmawati. Termasuk salah satu anggota khusus yang tanpa melalui proses rekrutmen layaknya anggota baru. Tahun berikutnya semakin giat dan aktif di sektretariat LPM BSI yang berada di kawasan Salemba 45. Pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Organisasi (DPO) LPM BSI.
Saat itu, banyak kegiatan jurnalistik yang saya ikuti di kampus lain seperti pelatihan jurnalistik LPM DIDAKTIKA di UNJ. Di sana saya belajar dan bergaul untuk membuka wawasan dengan orang-orang yang sudah berpengalaman di media massa. Saya haus wawasan sekaligus ingin menunjukkan eksistensi diri sebagai insan pers LPM BSI yang aktif. Alhamdulillah, banyak yang mengenal bendera LPM BSI mulai dari teman-teman jurnalis kampus UNJ, Mercubuana, UI Salemba dan Mustopo Beragama.
Meski dari jurusan Manajemen Informatika, ternyata bisa bergabung di media massa seperti sekarang. Dan sejak 2002-2006, saya suka menulis resensi dan opini ke berbagai media nasional. 2007 bergabung di Majalah Gadget sebagai editor. Kemudian tahun 2008 – sekarang menjadi Managing Editor atau Redaktur Pelaksana di Majalah TechLife yang mengulas tentang produk-produk teknologi terbaru meliputi smartphone, tablet, notebook, kamera, camcorder, TV, home theater, home appliances, dan gaya hidup.
Untuk teman-teman LPM BSI, menghadirkan 25 Tokoh dengan tema pendidikan tentu sangat menarik. Sebab pola pendidikan kita masih jauh dari harapan yang sesungguhnya, yakni pendidikan yang memanusiakan manusia. Semoga hasil karya teman-teman Inspirasi ini menjadi pecutan semangat bagi generasi selanjutnya untuk berbuat hal yang lebih baik dan lebih bermanfaat lagi.
Dengan kumpulan tokoh-tokoh dari berbagai profesi ini, diharapkan menjadi referensi yang dapat mencerahkan dunia pendidikan kita di masa depan dari berbagai sisi. Sebab dengan pendidikan yang benar sejak dini, semoga bangsa kita keluar dari berbagai krisis - termasuk krisis moral dan krisis kepemimpinan yang kurang memperhatikan mayoritas hajat publik. (A002)